Laman

Rabu, 25 Mei 2011

WISATA TAPAK PUYANG KE DUA (WTP-2)

CATATAN : WISATA TAPAK PUYANG KE DUA (WTP-2)
18-21 MEI 2011.

Perjalanan “Wisata” tapak puyang adalah perpaduan antara kegiatan rekreasi dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah (makam; tapak; benda pusaka dll) yang berhubungan dengan “Puyang” atau leluhur berdasarkan catatan Silsilah Keturunan Gumay. Manfa’at dari perjalanan WTP ini sangat banyak terutama dalam rangka meningkatkan silaturahmi anak cucu keturunan Gumay Sembilan batang aghi, meningkatkan kecintaan terhadap peninggalan sejarah leluhur, dapat melihat dari dekat lokasi tempat bermungkimnye leluhur pada jaman lampau. Sasaran WTP-2 pertama Makam/tapak Puyang PANJANG di Pandan Enim Kabupaten Muara Enim; kedua Makam/Tapak Puyang Simbang Gumay yang bergelar Suke Milung Sakti bertempat di KURIPAN muara dua Kabupaten Ogan Ulu Propinsi Sumatera Selatan.
TIM WTP – 2 ;
1. Drs. Yamari Gumay; koordinator
2. Ismed; anggota
3. Heri Tasroni; anggota (Tanjung Enim)
4. Gumanti ; pemuka adat desa Pandan Enim
5. Lahmudin; pemuka adat desa Pandan Enim
6. Meri Suryadi, SH, MH; anggota DPRD Kab Ogan Ulu
7. Adnan Wiliansyah, S.Pd; Batu Raja Kab OKU
8. Hamid bin Anwar; pemuka adat desa Kuripan Kab Ogan Ulu
WAKTU : WTP-2 dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 18 sampai dengan 21 Mei 2011
Perjalanan HARI PERTAMA ; berangkat dari Bengkulu menuju Desa Pandan Enim Kabupaten Muara Enim dengan menempuh jarak +/- 392 km; kondisi jalan rata2 baik dengan jalan berbelok-belok (banyak tikungan tajam); dalam perjalan ini WTP-2 dapat mencatat :
1. Di daerah KIKIM ILIR sedang musim durian, Alhamdulillah TIM WTP-2 dapat mencicipi buah tahunan yang berbau khas ini;
2. Adanya perubahan yang mendasar, dahulu terhampar padang Alang-alang Alhamdulillah sekarang telah berubah menjadi kebun Sawit terhampar luas;
3. TIM-WTP merasakan adanya perubahan di ruas jalan Lahat – Muara Enim, jalan sedikit terganggu oleh banyaknya truk angkutan batu bara;
Hari pertama ini WTP-2 bermalam di Tanjung Enim. Dilanjutkan dengan acara ;
a. Kunjungan Silaturahmi.
Kunjungan Silaturahmi ke rumah Sdr. GUMANTI pemuka adat / penanggung jawab benda-benda pusaka peninggalan Puyang PANJANG di Pandan Enim; beliau di damping oleh Saudara Lahmudin. Dalam silaturahmi ini WTP-2 mendapat informasi ; 1). Bahwa benar Makam atau tapak Puyang PANJANG ada di Desa Pandan Enim; 2). Letak rumah sebelumnya di pinggir sungai Enim karena banjir di pindah ke atas. 1982 (ada riwayat tersendiri tentang banjir 1982); 3) Peninggalan pusaka; 4). Letak makam / tapak.
b. Kunjungan ke lokasi makam / tapak
Puyang Panjang adalah anak SIMBANG GUMAY / SUKE MILUNG SAKTI, Putra tertua dari Sembilan (9) bersaudara; berdasarkan informasi yang WTP-2 peroleh bahwa makam atau tapak beliau benar berada di desa Pandan Enim; letak makam/tapak lebih kurang 100 meter dari jalan raya Muara Enim – Batu Raja; tim WTP-2 secara bersama-sama memanjatkan do’a kepada Allah SWT (……..) tanda rasa syukur.

Pada HARI KEDUA Tim WTP-2 melanjutkan perjalanan menuju desa KURIPAN MUARA DUA Kabupaten Ogan Ulu; jarak antara Tanjung Enim ke lokasi lebih kurang 158 km; Tim WTP-2 didampingi oleh Adnan Wiliansyah, S.Pd dari Batu Raja dan Meri Suryandi, SH.MH dari Muara Dua Kabupaten Ogan Ulu serta Hamid bin Anwar; pemuka adat desa Kuripan Kab Ogan Ulu; TUJUAN : melihat dari dekat tempat bermungkim masyarakat keturunan Gumay yang ada di Kute Aji Belakang Barat atau yang di kenal sekarang Desa KURIPAN Muara Dua Kabupaten Ogan Ulu; Kute Aji Belakang Barat/Kuripan berada di Pinggir Sungai SELABUNG bagian hulu mengarah ke DANAU RANAU sedangkan bagian hilir mengarah ke Sungai Ogan atau Ogan Ilir; Mata pencaharian : sama dengan masyarakat keturunan Gumay lainnya yaitu bercocok tanam, beternak dan lain-lain; Bahasa yang di gunakan sangat unik yaitu gabungan dua belas (12) bahasa, (ogan, enim, kombering, kisam, padang, banten,( …….); berdasarkan keterangan dari Hamid bin Anwar; pemuka adat desa Kuripan Kab Ogan Ulu dapat diperoleh informasi sebagai berikut ;
1) Benar bahwa di Kuripan pernah bermungkim “PUYANG SEKILUNG SAKTI” atau Versi WTP-2 “Puyang Simbang Gumay bejuluk Puyang Suke Milung Sakti” dan disini pula Beliau di makamkan;
2) Puyang Suke Milung Sakti tiga (3) bersaudara yakni Putri Renik Dabung (Renik gigi) dan Puteri Suri Dendam;
3) Tiga bersaudara ini dua (2) menetap di Kuripan dan satu (1) menetap selabung Ogan Ilir;
4) Letak makam lebih kurang 500 meter ke sebelah atas desa Kuripan.


Tim WTP-2 melanjutkan perjalanan silaturahmi dengan Sanak keluarga di Kota Muara Dua Ogan Ulu, Kabupaten yang berpenduduk 357.000 jiwa ini manyoritas menggunakan bahasa “ e “ (bahasa lahat). Selanjutnya Tim bermalam (istirahat) di kota BATU RAJA Kabupaten Ogan Komering Ulu;

Perjalanan HARI KETIGA ; Sesuai jadual bahwa hari ke tiga (3) WTP-2 akan bergabung dengan rombongan PB IMK Gumay yang di pimpin oleh Ketua Umum Syafrie Gumay, SE dan Setiawan Gumay Senja (Sekjen) di kota LAHAT dengan agenda mengikuti Pleno HUT Kota Lahat dan dilanjutkan audiensi dengan Camat Gumay Talang, Pulau Pinang dan Gumay Ulu serta para Kepala Desa; Pleno HUT dan audiensi dapat berjalan dengan baik;
Selanjutnya rombongan PB IMK dan WTP-2 melakukan kunjungan silaturahmi dengan keluarga Al. Rumsyah Amasin di Endikat ilir, Rombongan disambut dengan hangat oleh keluarga yang diwakili oleh Add. YULIA.

Demikian, sekilas catatan WTP-2 semoga bermanfa’at, terima kasih atas semua bantuan adik sanak dan mohon ma’af jika ada kekeliruan.

Senin, 09 Mei 2011

CATATAN WTP-1

CATATAN WTP-1. : ANAK CUCU GUMAY DI KUTE AJI MENTARE RAMBANG.

Sungguh di luar dugaan setelah melihat dari dekat anak cucung Gumay yang menetap di Kute Aji Mentare yang sekarang berubah nama menjadi Desa KAYU ARA Rambang Kuang Kab Ogan Ilir.

Di Kute Aji Mentare merupakan Pusat Pemerintahan semasa RATU PEBUYUTAN (bahasa local) RATU KEBUYUTAN (bahasa Silsilah Gumay). Ratu Kebuyutan adalah generasi ke X (sepuluh) Puyang GUMAY,

Anak Ratu Kebuyutan ade 2 ;

anak pertame : Puteri Renik Gigi (bhs lokal) dan Puteri Renik Dabung (bhs Silsilah) Puteri Renik Dabung mempunyai seorang anak yaitu : NAGE BERINSAN SAKTI.

Anak ke due : RADEN SIMBANG GUMAY . Raden Simbang Gumay adalah anak “DUNDANGAN “ (anak Pintak-an kepada Tuhan) di TANGKAI LANGIT; Ratu Kebuyutan tidak mempunyai anak laki-laki sehingga beliau memohon kepada sang pencipta “seorang anak laki-laki” yang di beri nama Raden Simbang Gumay inilah yang di sebut “ANAK DALAM KUNTUM/LINGGUGH. Semasa merantau ke KURIPAN RANAU beliau di beri gelar SUKE MILUNG.

Raden Simbang Gumay/Suke Milung mempunyai due tapak dan satu makam:

Tapak Pertama di Kute Aji Mentare dan Tapak ke dua di Kuripan Ranau. Sedangkan makam tempatnya di : SELEBUNG/TANAH BERAYUN atau Kute Perasan (bhs lokal) dan Timpe Rasan (bhs Silsilah) daerah ini juga sering disebut : pelimbangan.

Raden Simbang Gumay/Suke Milung mempunyai 9 (sembilan) orang anak; teridiri dari : 7 Laki-laki dan 2 perempuan.

Anak Pertama : Puyang Panjang (Kute Aji Mentare) merupakan Saudara tua dari Puyang Remanjang Sakti (Lubuk Sepang); Puyang Panjang adalah asal muasal/Mule Jadi anak Cucung Gumay ye menetap di Kecamatan Rambang, Kecamatan Lubay dan sekitarnya di Kabupaten Ogan Ilir.

Anak cucung PUYANG PANJANG secara turun temurun (Tumang Nantigiri) sekarang sudah keturunan ke XXII. Wanda M. ROZIE SOIB (90 thn) adelah Jurai Tue Dusun Kayu Ara Rambang Kuang Ogan Ilir.





Ade beberapa Cerita Rakyat yang menarik di Kute Aji Mentare antara lain i;

Seniang Nage Raye;

Gendang Bawak Tume;

Buah kemang Takil-takilan;

Nara Sumber Catatan Kecil ini : Wanda M. Rozie Soib pemuke adat/jurai tue Desa Kayu ara; Wanda Sobri Desa Tanjung Kemale. Di sunting oleh : Yamari Gumay. 06/04/2011

GENDANG BAWAK TUME

Cerita Rakyat:

GENDANG BAWAK TUME

Oleh : Drs. YAMARI GUMAY.

Konon disuatu daerah pedalaman terdapat suatu kerajaan, kerajaan ini diperintah oleh seorang raja yang arib lagi bijaksana, wilayah kerajaan ini sangat luas, terdiri dari dataran tinggi, lembah serta lautan yang luas, Rakyatnya rukun serta damai. Hubungan dengan negeri tetangga pun terjalin sangat baik, sehingga kerajaan ini sangat terkenal di negeri luar.

Pada suatu saat baginda Raja merasa hawatir karena dalam usianya yang sudah renta belum juga mempunyai anak laki-laki sebagai putra mahkota pewaris kerajaan. Baginda mempunyai dua orang puteri yaitu puteri sulung dan putri bungsu.

Suatu ketika puteri bungsu menderita sakit, kondisinya makin lama makin menurun, sehingga paduka mengumpulkan tabib untuk memberikan pertolongan kepada sang puteri, telah banyak tabib yang mencoba untuk memberikan pertolongan tapi sia-sia.

Disisi lain ada seorang pemuda yang terselamatkan dalam bencana besar, atas kehendak yang maha kuasa. Pemuda tersebut selamat dari bencana SERAMPU EMPAT, negerinya tenggelam bersama harta benda dan seluruh mahluk di negeri itu. Sang pemuda menyusup dalam “GENDANG BAWAK TUME” dan terdampar di suatu tempat yaitu sebuah kerajaan di bagian hulu. Disini sang pemuda menetap, dengan kemampuan yang dimilikinya ia dapat bertahan hidup dengan damai bersama-sama penduduk di pinggiran sungai. Pemuda ini mempunyai perilaku yang aneh, berjalan sendiri dari suatu kampung ke kampung yang lain dengan tidak ada tujuan.

Putri sulung bermimpi, bahwa ada seorang pemuda yang me ilung-ilung tinggal di pinggiran sungai “dapat memberikan pertolongan untuk dirinya”. Puteri bungsu menyampaikan mimpi ini kepada baginda Raja. Raja meminta pendapat penasehat tentang makna mimpi dan akhirnya di putuskan untuk segera mencari pemuda “me ilung-ilung” sebagaimana dalam mimpi. Diutus hulu balang untuk menjemput pemuda tersebut.

Tidak berapa lama hulu balang sampai ke kampung di pinggir sungai, betul adanya seorang pemuda tinggal sendiri tanpa sanak saudara. Hulu balang bertanya : siapa nama ? orang-orang disini memanggil dengan nama : Pemuda Suka me ilung-ilung. Dari mana ? hamba tidak ingat tuan, negeri kami ditimpa musibah/bencana besar, negeri kami tenggelam beserta semua harta dan makluk seisinya.

Baik, kami di perintah tuan raja untuk mengadapkan anda ke Istana. Sesampai di istana bagianda terkesima : begitu gagah dan tampannya pemuda ini. Selanjutnya di antar ke peristirahatan puteri bungsu, ternyata puteri bungsu dalam keadaan sakit. Apa yang harus saya lakukan paduka ? mendengar suara ini sang putri langsug bangun dan menatap pemuda suka me ilung-ilung, ayahanda bile pemuda ini dapat mengambilkan burung TAKUGH di kayu nggeris dalam keadaan hidup maka ia dapat memenangkan sayambara yang ayahanda umumkan beberapa bulan yang lalu. Baginda Raja menjelaskan tentang sayembara yang di umumkan beberapa bulan yang lalu, yaitu apabila ada seseorang yang dapat menangkap burung TAKUGH dI kayu nggeris dalam keadaan hidup ia akan di jodohkan dengan puteri bungsu. Sudah banyak pemuda yang mencoba untuk menangkap burung Takugh di kayu nggeris tapi selalu gagal. Pemuda me iling-ilung mencoba dengan kesaktian yang ia miliki dan dengan meminta / berdo’a kepada Yang Maha Kuasa/yang maha haqq. Pemuda menggenggam tanah lempung (merah) dan melemparkannye ke lubang (sarang) burung Takugh sebagai penutup dan berkata “Rebah” maka rebahlah kayu nggeris dan burung takugh dapat ditangkap hidup-hidup. burung Takugh di tangkap dan diserahkan kepada Puteri bungsu. Dengan suka ria putri bungsu menerima burung takugh yang ia idam idamkan.

Pesta pernikahan Putri Bungsu (Rapak Ijah) dengan pumuda me ilung-ilung dilaksanakan dengan meriah selama 7 hari 7 malam. Pada suatu hari yang tepat baginda raja menobatkan pemuda me ilung-ilung sebagai Putra Mahkota dan berhak menjadi raja yang selanjutnya di beri gelar SUKE MILUNG SAKTI.

Terima kasih dan nantikan cerita selanjutnya.

Penulis mohon ma’af jika ada kata-kata yang kurang berkenan dan atau tulisan yang tidak pantas untuk disajikan. Tujuannya tidak lain adalah meningkatkan silaturahmi anak cucu Masyarakat Keturunan Gumay.

Nara sumber : M. ROZIE SOIB (beta witir, Tumang Nantigiri);